Senin, 16 Agustus 2010

Memahami makna Al-Maghfirah

Bulan suci Ramadhan dikenal juga sebagai syahrul maghfirah (bulan ampunan), karena di bulan inilah Allah SWT berkenan memberikan maghfirah-Nya dengan sangat murah kepada para hamba-Nya yang mau bertaubat. Dan bagi mereka yang sudah memperoleh maghfirah-Nya, tak ada balasan lain selain surga.  Sehingga seolah-olah Allah men-discount surga-Nya di bulan ini.  Rasulullah bersabda: "Barangsiapa mengerjakan ibadah (qiyam) pada bulan Ramadhan karena iman dan mencari ridha Allah semata, maka diampunilah dosanya yang telah lalu (HR.Bukhari dan Muslim

Berlimpahnya maghfiroh dari Allah ini memang tidak mengherankan, mengingat Allah SWT memiliki sifat Al-Ghaffar ( Maha pengampun). Nah agar kita lebih meyakini dan menghayati ke Maha Pengampunan Allah SWT, marilah kita membedah makna Al-Ghaffar tersebut.

Kata Al Ghaffar terambil dari akar kata "Ghafara" artinya  "menutup" yang berarti Dia menutupi dosa hamba-hamba-Nya karena kemurahan dan anugerah-Nya. Sedang Ada juga yang berpendapat dari kata "al ghafaru" yakni "sejenis tumbuhan yang digunakan untuk mengobati luka" yang berarti Allah menganugerahi hamba-Nya penyesalan atas dosa-dosa, sehingga penyesalan ini berakibat kesembuhan, yakni terhapus dosa. (Ibnu Abbas).

Asma Allah Al-Ghaffar juga dapat difahami dalam arti " Yang Maha Luas Ampunan-Nya". sebagaimana firman Allah SWT, " Sesungguhnya Rabb-mu sangat luas maghfirah-Nya (QS. At- Taubah:117).  Keluasan ini tidak hanya berarti bahwa pengampunan Allah itu berulang-ulang, tetapi juga mengisyarakan banyaknya cakupan dari maghfirah-Nya. Allah tidak hanya mengampuni dosa besar atau kecil yang berkaitan dengan pelanggaran perintah dan larangan-Nya, atau yang dinamai hukum isyarat, tetapi juga yang berkaitan dengan pelanggaran terhadap hukum moral yang boleh jadi tidak dinilai dari segi syariat sebagai dosa.

Imam Ghaali bahkan menjelaskan bahwa Al-Ghaffar adalah " Yang menampakkan keindahan dan menutupi keburukan ".  Dosa-dosa -tulisnya- adalah satu bagian dari sejumlah keburukan yang ditutupi-Nya, dengan jalan tidak menampakkannya di dunia serta mengesampingkan siksa-Nya di akhirat. Ada hal lain yang juga Allah tutupi dengan sifat Al-Ghaffar selain dosa. 

Hal-hal yang ditutupi Allah dari hamba-Nya adalah
1. Sisi dalam jasmani manusia yang idak sedap dipandang mata. Allah menutupinya dengan keindahan lahiriah. Alangkah jauh perbedaan antara sisi dalam dan sisi lahir manusia dari segi kekotoran dan kebersihan, keburukan dan keindahan.

2. Bisikan hati serta kehendak-kehendak manusia yang buruk. Tidak seorangpun mengetahui hati manusia kecuali Allah dan dirinya sendiri.  Seandainya terungkap apa yang terlintas dalam pikiran atau terkuak apa yang terbetik dalam hati menyangkut kejahatan atau penipuan, buruk sangka, dengki dsb, maka sungguh manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya.

Jika kita merenungkan lebih dalam lagi, maka nyatalah bahwa Allah SWT tidak hanya menutupi apa yang dirahasiakan manusia terhadap orang lain, tetapi juga menutupi sekian banyak pengalaman-pengalaman masa lalunya, kesedihan, keinginannya, yang dipendam dan ditutupi oleh Allah di alam bawah sadar manusia sendiri. Seandainya semua itu dinampakkan kepada orang lain, atau dimunculkan ke permukaan hati yang bersangkutan sendiri, maka pasti akan mngakibatkan gangguan yang tidak kecil.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar